Selamat Jalan Pak Khalidi ♻

Selamat jalan Pak Khalidi, Selamat jalan orang baik yang saya kenal dengan keistiqomahannya Shalat Berjamaah di Masjid Husnul Khotimah Lingkungan Karang Buaya.

Ketika di Masjid, seusai melaksanakan Shalat berjamaah pada saat salam-salaman, yang paling berkesan dari beliau adalah genggaman tangannya yang begitu erat dan kuat, bahkan ketika beberapa waktu yang lalu beliau dalam keadaan sakit, beliau seperti berusaha menggenggam tangan saya dengan erat namun tidak sekuat genggamannya ketika sedang sehat.

NB : Foto Ketika Acara Akad Nikah

Tidak langsung pulang ketika selesai melaksanakan shalat subuh juga menjadi kebiasaannya, karena siapapun yang menjadi penceramah (kultum subuh) baik remaja ataupun ustaz sepuh beliau selalu menyempatkan diri untuk diam sejenak mendengarkan, dan tidak pulang sebelum kultum berakhir.

Apalagi ketika membuat lelucon, yang membuat kita tertawa tidak hanya dari isi ceritanya, namun suara tertawa beliau yang khas itu yang paling terngiang, padahal tertawanya itupun seperti “dibuat-buat”. Pak Khalidi juga adalah orang yang selalu ceria dan rutin berolah raga, bahkan semua masyarakat sudah mengenal beliau dengan rutintiasnya berolahraga pagi dan sore.

Saat lewat depan rumah beliau dan kebetulan beliau sedang duduk-duduk bersama cucu, hmm.. lagi-lagi suara ketika memanggil nama saya masih saya ingat. De… Mentelah,.. (sapaan dalam Bahasa Sasak yang artinya De, mampir). Huhh… sekarang semua kisah itu tinggal kenangan, namun kenangan itu akan tetap kami ingat walaupun kau sudah tidak bersama kami lagi di atas dunia ini.

Terakhir, teriring doa dariku untuk mu Almarhum Pak Khalidi, semoga Allah mengampuni dosa kesalahanmu selama hidup di dunia, menjauhkanmu dari siksa kubur siksa api neraka dan semoga kau ditempatkan di tempat yang layak disisi Allah SWT, Amin.

 

#adewiranata

Ade Wiranata™

Belajar dan Mengajar ™ ♻

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *