Pidato Tema Pendidikan ♻

PENDIDIKAN

Assalamualaikum. wr.wb
“Pak Camat jualan tomat
yang beli harus di hormat
apabila kita umat Nabi Muhammad
jawablah salam dengan semangat”
(Assalamualaikum. Wr. Wb)

Baiklah,,
yang saya hormati para dewan juri
yang saya hormati seluruh panitia
yang saya sayangi dan banggakan teman” sekalian. Lebih tepatnya semua kehadirin rohhimaqumullah
Alhamdulillah3×
Pertama” marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah menciptakan dualisme dunia dimana tidak akan bertahan satu tanpa dua. sehingga terciptalah ” Langit dan Bumi” Bulan dan Bintang, Daratan dan Lautan si tampan dan buruk rupa, si kaya dan si miskin dan atas berkat rahmat-Nya lah kita dapat bermunajat di tempat yang mulia ini.

Kedua kalinya tak lupa kita haturkan shalawat beriring salam kepada pahlawan yang dengan semangatnya telah memayungi kita dari teriknya jahiliyah hingga menuju sejuknya islamiyah. Yakni Addinul Islam.
Baiklah izinkan saya membaca kata perkata yang telah saya susun sedemikian apiknya hingga terciptalah pidato ini, yang insyaAllah memberikan pengalaman bagi kita semua. Pidato yang saya bawakan berjudul
“Pendidikan di Negeri ini”

to be a president we must be smart..
to be a doctor we must be smart
to be a teacher we must be smart

untuk menjadi presiden kita harus pintar
untuk menjadi dokter kita harus pintar
untuk menjadi guru kita harus pintar

(hadirin yang saya hormati)
Untuk menjadi penerus pak Jokowi kita harus pintar. Tapi Bagaimana cara menjadi pintar?
yaitu dengan menuntut ilmu. Zaman sekarang menuntut ilmu bisa dimana saja dan kapan saja, tak harus di sekolah. Bahkan kita tak perlu kemana-mana untuk menjadi pintar. Kita cukup diam di rumah dan tekun membaca dan mencari wawasan diluar sana lewat internet. Kita bisa menjadi tahu banyak hal walaupun kita tak kemana mana. Tapi itu definisi untuk zaman sekarang. Ingatlah pendidikan yang baik tetaplah di sekolah, mengapa disekolah?, karena di sekolah ada sosok seorang yang dengan giat dan tabah mengajarkan kita, tak lain iya adalah seorang guru. Guru mengajarkan (a,b,c,d) menjadi Aku Bisa Membaca, mengajarkan 1234 menjadi 100×100= 100000 dan masih banyak pengetahuan yang guru ajarkan kepada kita. Karena itu pentingnya sebuah pendidikan bagi kita semua.
Pendidikan bukan hanya kewajiban, lebih dari itu pendidikan merupakan sebuah kebutuhan.
Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus ditata, disiapkan dan diberikan sarana prasarananya, dengan harapan agar kita dapat mencapai kompetensi, yakni perpaduan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang terefleksikan dalam kehidupan sehari-hari.

Di Indonesia sendiri segala cara telah dilakukan untuk memajukan Pendidikan baik pendidikan Jasmani dan Rohani di dalam lingkup sekolah maupun di luar sekolah. Namun, banyaknya kendala menghalangi laju perkembangan pendidikan di Indonesia yang masih tergolong terpuruk. Padahal di zaman yang serba modern ini kita dituntut untuk terus berpacu menggali ilmu pengetahuan, andai kita lengah sedikit saja kita akan tertinggal dan semakin
terpuruk. Dari mana kita bisa mendapatkan ilmu pengetahuan jika kita tidak belajar. Indonesia dulu bisa keluar dari kubangan kebodohan.
Namun sayang, kini pendidikan di Indonesia bukannya bertambah baik malah bertambah buruk. Pendidikan yang seharusnya bertambah baik karena adanya beberapa sekolah gratis dan pemberian beasisiswa ternyata tidak dapat berjalan dengan baik. Karena kemalasan anak masa kini, dan pemikiran tentang cara mendapatkan uang tanpa harus mempunyai ijazah tinggi menyebabkan minat menuntut ilmu menciut. Mereka tidak tahu betapa pentingnya pendidikan bagi masa depan mereka kelak. Mereka malah melakukan kegiatan-kegiatan tak bermanfaat seperti membolos, pergi ke sekolah tetapi tidak masuk, dan membuat onar sehingga meresahkan warga. Maka dari itu peran orangtua dibutuhkan dalam permasalahan ini. Bagaimana orangtua bisa mengawasi agar anak-anak mereka tidak melakukan hal-hal yang kurang baik tersebut. Sekolah seharusnya mendukung pengawasan dari orangtua dan bekerja sama untuk mengontrol keberadaan anak.

Bukan hanya orang tua dan sekolah yang berperan dalam permasalahan ini, pemerintah juga harus turun tangan untuk memperbaiki keadaan yang masih porak-poranda ini. Pemerintah seharusnya mengambil tindakan yang lebih keras agar para siswa dapat menaati peraturan.
Dan memberikan mereka motivasi agar mereka semangat sekolah.
Zaman sekarang seperti pendidikan sudah diremehkan, buktinya banyak anak yang sering berkeliaran saat jam sekolah, bertingkah semaunya saat disekolah, tidak pernah mengerjakan tugas. Mereka tidak tau bahwa ilmu itu harus di hargai dan di tekuni.
Perlu kita tahu, seharusnya kita bersyukur masih bisa bersekolah dan menuntut ilmu untuk bisa meraih pendidikan setinggi mungkin. Keluar dan lihatlah masih banyak anak di pelosok negeri ini yang tidak bisa sekolah karena keadaan ekonomi, bahkan ada yg harus menikah muda karena ingin memperbaiki hidup. Padahal jika di pikir-pikir di Indonesia sendiri pemerintah masih menyediakan sekolah gratis bagi yang kurang mampu, Tapi pemikiran anak zaman sekarang berbeda
mereka lebih memilih putus sekolah daripada berusaha melanjutkan sekolah, bahkan sekarang saja pemerintah sudah membuat sekolah untuk ibu-ibu yang hanya tamat sekolah sampai SD. Masa iya semangat anak muda masa kini kalah dengan ibu-ibu. Pendidikan juga berhak didapatkan siapa saja, entah anak pejabat, Anggota DPR, Tukang Kebun, Petani, bahkan Pedagang. Mereka semua berhak mendapatkan pendidikan yang layak, seharusnya hal ini di perhatikan oleh pemerintah agar semua anak bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Karena MEREKALAH PENERUS BANGSA INI, penerus yang harus dijaga, dan disiapkan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik, baik dan lebih baik lagi.
Hadirin…
Jangan sampai ada lagi yang namanya putus sekolah, karena ekonomi dan putus sekolah karena menikah muda atau menikah di bawah umur. Ketahuilah kunci kemajuan suatu negara iyalah pendidikan yang dimiliki oleh warga negara tersebut. karena itu sematkanlah pendidikan di jiwa kita semua, pendidikan di ibaratkan benih dan manusia di ibaratkan tanah, jadi jika kita ingin benih tadi menjadi pohon yang berbuah lebat, maka kita harus menyirami dengan air dan kita tidak lupa memberikannya pupuk. Maksudnya kita disirami air adalah dengan terus menggali pengetahuan, potensi dan skill kita agar kita manjadi pohon yang bukan hanya berdaun hijau tetapi berbuah lebat maksudnya berpretasi.

Saya ingin bertanya..
Bukankah kita negara yang berjulukan MACAN ASIA? yang telah merdeka pada tahun 1945 dan yang telah bebas dari penjajahan, tetapi mengapa kita masih terjajah oleh kebodohan, padahal negara kita adalah negara yang kaya yang memiliki wilayah yang luas dari Sabang sampai Merauke yang memiliki penduduk beraneka ragam budaya, yang penganutnya bukan hanya Islam, tetapi Hindu, Budha, Kristen Katolik, Konghucu dan lain-lain. Tetapi apa? negara kita masih saja belum mampu menciptakan mesin-mesin yang dikenal oleh negara lain. Kenapa? karena kualitas warga negara kita masih buruk,
kita masih dilanda oleh KEMISKINAN KEBODOHAN DAN KELAPARAN.
Bagaimana negara kita bisa maju, bila kebodohan masih merajalela,
bagaimana negara kita mampu menciptakan penerus berkualitas, bila pemerintah tidak andil dalam masalah ini. Kita semua tahu generasi muda saat ini adalah ganerasi yang akan meneruskan kehidupan di Era Informasi yang akan datang.
Generasi muda adalah pilar-pilar sebuah negara, jika kita ingin mempunyai pilar yang kuat dan kokoh maka negara harus menyiapkan generasi yang memiliki pengetahuan tinggi. Pendidikan di ibaratkan benih dan manusia adalah tanahnya. Jadi jika kita ingin benih tadi menjadi pohon yang berdaun hijau, kita harus menyiraminya dengan air dan tak lupa memberikannya pupuk maksudnya terus menggali pengetahuan, potensi dan skill agar kita bukan hanya menjadi pohon yang berdaun lebat tetapi berbuah lebat artinya memiliki potensi yang besar.
Ada pepatah yang mengatakan
ONE CHILD CAN CHANGE THE WORLD
“satu gebrakan anak dapat mengubah dunia” maka dari itu mari kita buat gebrakan baru bagi dunia, gebrakan nyata bukan hanya omong kosong tapi gebrakan yang mampu mengubah Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Semoga gebrakan yang akan kita lakukan bisa mengubah Indonesia dan membuat Indonesia tak lagi mengalami kemiskinan kelaparan dan kebodohan.
Aaminn yaa robbal ‘alamin.
Jayalah Bangsaku.

Sekian yang bisa saya sampaikan
mohon maaf bila ada kekeliruan kata dan tak kejelasan kata.
Mohon permaklumannya.

Bila pedang melukai tubuh
masih ada harapan sembuh
Bila lisan melukai hati
kemana obat hendak di cari

Bila ada sumur diladang
boleh kita menumpang mandi
Bila ada umur yang panjang
semoga kita berjumpa lagi

Akhirul Kata
Wabillahitaufik Walidayah
Wassalamualaikum. Wr. Wb

by : Diba

Ade Wiranata™ ♻

Belajar dan Mengajar ™ ♻ Follow me on => facebook = instagram = twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *