Mengenang Guru Tercinta TGH. Zafrul Fauzan Tabrani ♻

TGH. Zafrul Fauzan Tabrani adalah salah seorang cucu dari Pendiri Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan TGH. Abhar Muhyidin (alm). Beliau menempuh pendidikan di Yaman dan kembali ke Lombok untuk mengajar dan membantu mengembangkan Pondok Pesantren Darul Falah bersama saudara sepupunya yaitu TGH. Muammar Arafat, S.H.,M.H.

Namun kali ini saya hanya ingin membahas pengajian yang diadakan dan dilaksanakan di rumah beliau “TGH. Zafrul Fauzan Tabrani” yang bertempat di jalan Banda Sraya Presak Timur Kota Mataram.

Beliau membuka pengajian itu untuk menampung keinginan dari masyarakat yang ingin mengadakan pengajian umum namun waktunya ba’da shalat magrib dan diakhiri dengan shalat berjamaah Isya. Namun untuk ibu-ibu biasanya dilaksanakan ba’da Shalat Ashar hingga sebelum Magrib. Agar lebih banyak lagi permasalahan yang dapat ditanyakan langsung kepada Tuan Guru oleh jamaah yang datang pada saat itu dan akan langsung mendapatkan jawaban yang detail dari beliau.

Pengajian ini diikuti oleh masyarakat/ jamaah dari berbagai tempat di Pagutan dan Lombok Barat, misalnya dari Karang Buaya, Presak, Bajur, Tempit, Karang Anyar, Jempong, Kebon Daya dan beberapa daerah yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.

Namun dari beberapa minggu beliau sudah tidak lagi mengajar, bukan karena tidak ingin mengajar kami lagi. Alasannya adalah karena beliau memenuhi panggilan gurunya untuk bisa kembali ke Yaman.

Saya dan beberapa teman yang sudah tahu bahwa beliau akan berangkat pada hari rabu waktu itu, kemudian menyempatkan diri untuk datang di malam rabunya untuk sekadar bersalaman dan menitipkan doa dan saling mendoakan agar beliau selamat sampai tujuan di Yaman, namun tidak lupa juga kami semua mengharapkan doa dari beliau.

Ah…pertemuan yang singkat ditemani gerimis saat malam itu, kami tetap menunggu sebelum beliau masuk mobil hingga berangkat mempersiapkan diri untuk keberangkatannya besok pagi.

Walaupun singkat namun kami sangat bahagia bisa berjumpa dan bersalaman bersama beliau yang saat itu bisa kami katakan sebagai pertemuan terakhir kami sebelum beliau meninggalkan kami besok paginya.

Selamat jalan guru tercinta, kami menunggumu hingga kembali ke Lombok dan dapat bertemu untuk mengajar kami semua jamaahmu yang insyaAllah cinta kepadamu karena Allah SWT. Amiin.

Jika ada yang kurang pas, tolong disampaikan kepada saya. (ADE WIRANATA).

#adewiranata.com

Ade Wiranata™ ♻

Belajar dan Mengajar ™ ♻ Follow me on => facebook = instagram = twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *