Marilah Melaksanakan Shalat ♻

Marilah Melaksanakan Shalat

Sebuah ajakan atau seruan dari seorang muazin ketika azan dikumandangkan, tetapi apakah kita tidak sadar sekaligus memahami bahwa ajakan/panggilan itu sejatinya berasal dari Allah SWT. Jika ada yang tidak faham dengan ajakan itu, berarti pada saat itu ada beberapa kemungkinan yang sedang terjadi padanya. Kemungkinannya bisa jadi mereka tidak mendengar suara Azan atau pada saat itu keimanannya sedang turun. Maka benar bahwa ketika Allah menggunakan kata Ya Ayyuhallazinaamanu yang artinya “Hai orang-orang yang beriman” maka pastilah perintah itu sangat berat. Padalah jelas perintahnya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu , sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”

(QS. Al Baqoroh : 153)

Karena bisa kita buktikan ketika azan berkumandang, tidak sedikit orang akan sibuk dengan kegiatannya pada saat itu, misalkan yang sedang berdagang maka akan fokus dengan dagangannya apalagi ditambah dengan banyaknya pembeli dan pastinya keuntungan saja yang ada dalam bayangannya. Saat seorang guru sedang mengajar, maka guru itu fokus di dalam mengajarnya dan otomatis siswa yang diajarkan juga fokus dalam proses belajarnya dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Nah, ketika hal ini terjadi maka wajar Allah menyindir kita sebagai hambanya dengan ayat di bawah ini :

وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَىٰ ضُرٍّ مَسَّهُ ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.

(QS. Yunus : 12)

Jadi mari kita sebagai hamba Allah SWT yang yakin dengan Allah sebagai Tuhan kita dan Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi sekaligus Utusan Allah SWT,  semestinya melatih diri kita untuk selalu istiqomah melakanakan perintah Allah SWT yang satu ini yaitu Shalat apalagi Shalat Berjamaah kemudian di Masjid. Agar kita tidak disinggung atau disindir oleh sebagai orang yang “Melampaui Batas”.  Maka Berdoa dan Beribadah kepada Allah SWT jangan hanya saat butuh saja, kemudian disaat kesusahannya tidak ada atau dihilangkan masalah dalam hidupnya, mereka menjauh dari Allah SWT dengan cara tidak melaksanakan perintah-Nya.

Yang menulis tidak selalu harus baik, namun bagaimana berusaha senantiasa menjadi baik serta mengamalkan hadist Nabi Muhammad SAW :

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

Ahirnya mari berdoa Semoga kita semua senantiasa diberikan Hidayah oleh Allah SWT untuk dapat melaksanakan perintah-Nya dan selalu berusaha menjauhi segala larangannya agar kita mendapatkan Rido-Nya.

 

#adewiranata

Ade Wiranata™

Belajar dan Mengajar ™ ♻

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *