Hafiz dan Hafizah dari Daerah Terpencil

Sebuah tempat terpencil di daerah yang tidak saya sebutkan namanya, saya tidak sengaja mendengarkan suara samar-samar namun riuh dari sebuah rumah yang dari luar terlihat belum selesai direhab. Suara itu semakin terdengar jelas dan riuh ketika saya mendekati pintu rumah.

Akhirnya ketika sudah sampai di depan pintu, saya bertemu dengan seorang ibu yang pada saat itu sedang membawa kayu kecil panjang kira-kira berukuran satu meter, dia adalah pemilik rumah sekaligus merupakan guru ngaji anak-anak itu. Ibu itupun melihat saya seperti melihat orang yang belum pernah bertemu sebelumnya. Seketika saya tersenyum dan tanpa berpikir panjang saya kemudian izin ke ibu itu untuk masuk ke dalam rumahnya dengan alasan ingin mengetahui dari mana asal suara riuh tersebut.

Akhirnya ibu itupun mengizinkan saya untuk masuk ke dalam rumahnya sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan kecil saya ajukan kepadanya dan ternyata saya menyaksikan dan mendengarkan secara langsung betapa bersemangatnya anak-anak kecil yang sedang membaca Al-Quran dan sebagian dari mereka ada juga yang sedang mengajarkan temannya yang mungkin belum terlalu lancar membaca.

Setelah melihat kejadian itu, air mata tak dapat dibendung mungkin akibat dari terharu atau mungkin lebih ke tangisan kebahagiaan dari dalam diri saya yang begitu bangga melihat mereka yang dengan polosnya membaca Al-Quran dengan suara lantang. Namun yang saya tidak habis pikir ternyata di daerah terpencil, yang jauh dari pusat kota ada situasi yang mengingatkan saya dengan kisah kecil saya dulu ketika mengaji bersama teman-teman dengan pakaian apa adanya.

Intinya sangat membuat saya terharu dan bangga pada mereka. Semoga semangat mereka tidak pudar seiring dengan bertambahnya usia dan dengan berubahnya lingkungan tempat tinggal mereka. Senyum kalian begitu tulus, semoga apa yang kalian cita-citakan tercapai.

#adewiranata

Ade Wiranata™

Belajar dan Mengajar ™ ♻

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *